
Pemberdayaan perempuan di masyarakat menjadi topik yang semakin banyak dibicarakan dalam beberapa tahun terakhir. Isu ini muncul karena masih banyak perempuan yang belum mendapat ruang setara untuk belajar, bekerja, dan mengambil keputusan bagi dirinya sendiri. Padahal, ruang untuk berkembang sangat menentukan kualitas hidup perempuan dan keluarga di sekitarnya. Artikel ini akan membahas mengapa ruang tersebut penting dan bagaimana masyarakat dapat mendukungnya.
Mengapa Pemberdayaan Perempuan di Masyarakat Penting
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan mencapai 55,41 persen pada Februari 2024, sementara laki-laki mencapai 84,02 persen. Selisih ini memperlihatkan bahwa peluang perempuan untuk bekerja dan mandiri secara ekonomi masih lebih sempit dibanding laki-laki. Ruang belajar, pelatihan, dan dukungan komunitas menjadi salah satu cara untuk mempersempit selisih tersebut. Data resmi ini dapat dilihat lebih lengkap melalui laman statistik BPS.
Pemberdayaan perempuan di masyarakat tidak hanya soal statistik pekerjaan, tetapi juga soal keberanian perempuan mengambil peran di ruang publik. Banyak perempuan memiliki potensi besar dalam bidang usaha, pendidikan, dan kepemimpinan komunitas, namun terhambat oleh minimnya akses informasi dan dukungan sosial. Ketika ruang untuk berkembang terbuka lebar, perempuan dapat berkontribusi lebih besar bagi keluarga dan lingkungan sekitar.
Data dan Fakta Pemberdayaan Perempuan di Masyarakat
Laporan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bersama Komnas Perempuan mencatat 38.810 laporan kekerasan terhadap perempuan sepanjang tahun 2025, naik dari 35.533 laporan pada tahun sebelumnya. Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional 2024 turut mengungkap bahwa satu dari empat perempuan usia 15 hingga 64 tahun pernah mengalami kekerasan fisik atau seksual. Angka ini menegaskan bahwa perlindungan dan ruang aman bagi perempuan masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Informasi lebih lengkap tersedia pada situs resmi Kementerian PPPA.
Beberapa persoalan berikut sering muncul ketika ruang bagi perempuan belum tersedia secara memadai di lingkungan sekitar. Persoalan ini biasanya saling berkaitan dan berdampak panjang bagi keluarga maupun komunitas jika dibiarkan tanpa penanganan yang tepat.
- Akses pendidikan dan pelatihan keterampilan yang masih terbatas
- Peluang kerja dan usaha yang belum setara dengan laki-laki
- Risiko kekerasan fisik, seksual, maupun psikis di rumah dan ruang publik
- Minimnya keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan di tingkat keluarga maupun komunitas
Dasar Hukum bagi Perempuan untuk Berkembang
Pemerintah Indonesia telah meratifikasi Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan melalui Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1984. Selain itu, Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual memberi payung hukum bagi korban untuk mendapat perlindungan dan pemulihan. Peraturan Presiden Nomor 186 Tahun 2024 turut menegaskan tugas Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam merumuskan kebijakan kesetaraan gender. Ketiga regulasi ini menjadi dasar bagi pemerintah pusat dan daerah untuk terus mendorong ruang berkembang bagi perempuan.
Manfaat Ruang Berkembang bagi Keluarga dan Generasi Mendatang
Perempuan yang mendapat ruang untuk berkembang cenderung memiliki kepercayaan diri lebih tinggi dalam mengasuh anak dan mengelola keuangan keluarga. Riset pendidikan menunjukkan bahwa ibu dengan akses pendidikan dan keterampilan yang memadai turut mendorong anak memperoleh pendidikan yang lebih baik pula. Kondisi ini pada akhirnya membentuk siklus positif antar generasi, sebab anak yang tumbuh dengan ibu berdaya cenderung memiliki wawasan yang lebih luas.
Selain berdampak pada anak, ruang berkembang bagi perempuan juga memperkuat ketahanan ekonomi keluarga secara keseluruhan. Ketika perempuan memiliki penghasilan sendiri, keluarga memiliki sumber pendapatan tambahan yang membantu menghadapi kebutuhan mendesak maupun risiko ekonomi yang tidak terduga. Kondisi ini menunjukkan bahwa mendukung perempuan untuk berkembang bukan sekadar isu individu, tetapi juga bagian dari upaya menjaga kesejahteraan keluarga dan masyarakat secara luas.
Bentuk Ruang yang Bisa Dihadirkan agar Perempuan Berkembang
Ruang bagi perempuan untuk berkembang dapat hadir dalam berbagai bentuk sesuai kebutuhan masing-masing lingkungan. Berikut tiga bentuk ruang yang dapat diusahakan bersama oleh keluarga, komunitas, dan lembaga pendamping, baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan.
- Ruang pendidikan dan pelatihan keterampilan agar perempuan memiliki bekal untuk bekerja atau membuka usaha sendiri
- Ruang ekonomi berupa akses modal usaha, pendampingan bisnis, dan pasar bagi produk yang dihasilkan perempuan
- Ruang sosial dan komunitas sebagai tempat berbagi cerita, saling menguatkan, serta mendapat pendampingan psikologis bila dibutuhkan
Ketiga ruang tersebut saling melengkapi dan tidak bisa berdiri sendiri-sendiri. Pemberdayaan perempuan di masyarakat akan lebih terasa hasilnya apabila pendidikan, ekonomi, dan dukungan sosial berjalan bersamaan. Keluarga dan tetangga terdekat sering menjadi pihak pertama yang bisa membuka ruang tersebut bagi perempuan di sekitarnya.
Peran Komunitas dan Lembaga Pendamping bagi Perempuan
Lembaga pendamping memiliki peran besar dalam membuka ruang aman bagi perempuan yang membutuhkan dukungan psikologis, pendidikan, maupun penguatan ekonomi. Pendampingan yang konsisten membantu perempuan menyintas dari tekanan hidup dan kembali percaya diri menjalani peran di keluarga maupun masyarakat. Cerita dan pengalaman seputar isu perempuan dapat ditemukan lebih lengkap pada Lihat Artikel Lainnya.
Langkah Sederhana yang Bisa Dimulai dari Lingkungan Terdekat
Dukungan terhadap perempuan sebenarnya bisa dimulai dari hal kecil seperti mendengarkan cerita tanpa menghakimi, memberi kesempatan mengambil keputusan, dan mengajak perempuan terlibat dalam kegiatan sosial di lingkungan sekitar. Sekolah, tempat kerja, dan organisasi masyarakat juga perlu menyediakan kebijakan yang ramah terhadap perempuan, misalnya jam kerja fleksibel bagi ibu menyusui atau ruang pengaduan bagi korban kekerasan. Langkah kecil yang konsisten pada akhirnya akan memperkuat pemberdayaan perempuan di masyarakat secara menyeluruh.

Pemberdayaan Perempuan di Masyarakat Bersama Puanmakari
Puanmakari.id hadir sebagai ruang pendampingan bagi perempuan dan anak yang membutuhkan dukungan psikologis, pendidikan, maupun penguatan ekonomi di Makassar. Program yang dijalankan mencakup kelompok belajar, pelatihan kewirausahaan, hingga pendampingan bagi penyintas kekerasan agar dapat kembali berdaya. Semua layanan dirancang agar perempuan merasa aman untuk bercerita dan mendapat pendampingan tanpa rasa takut dihakimi.
Bagi perempuan atau keluarga yang membutuhkan ruang aman untuk bercerita dan mencari dukungan, jangan ragu menghubungi melalui WhatsApp atau telepon yang tersedia pada halaman Hubungi Kami. Dukungan yang tepat pada waktu yang tepat akan membantu perempuan menjalani pemberdayaan perempuan di masyarakat secara lebih bermakna. Kunjungi juga halaman utama Puanmakari untuk informasi program lainnya.