Pemberdayaan Ekonomi Perempuan di Makassar

Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Makassar

Pemberdayaan ekonomi perempuan Makassar menjadi perhatian banyak pihak seiring makin banyaknya perempuan yang ingin mandiri secara finansial. Kondisi ini muncul karena akses terhadap pelatihan usaha, modal, dan pasar bagi perempuan masih terbatas di sejumlah wilayah. Padahal, ekonomi keluarga akan lebih kuat apabila perempuan turut memiliki penghasilan sendiri. Artikel ini membahas kondisi tersebut beserta langkah yang bisa diambil bersama.

Mengapa Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Makassar Perlu Perhatian Serius

Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan di Pulau Sulawesi berada pada angka 51,42 persen, jauh di bawah laki-laki yang mencapai 83,56 persen. Selisih ini menandakan potensi ekonomi perempuan di Sulawesi Selatan, termasuk Makassar, belum tergarap secara maksimal. Ketimpangan semacam ini umumnya dipengaruhi oleh keterbatasan akses pendidikan, modal usaha, dan waktu karena beban pengasuhan yang masih banyak ditanggung perempuan sendirian. Rincian data ketenagakerjaan tersebut dapat dilihat melalui laman resmi BPS Sulawesi Selatan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan ekonomi perempuan Makassar perlu didukung banyak pihak, mulai dari keluarga, komunitas, hingga pemerintah daerah. Perempuan yang memiliki penghasilan sendiri umumnya lebih percaya diri dalam mengambil keputusan rumah tangga maupun keputusan usaha. Dukungan yang konsisten dari lingkungan sekitar akan mempercepat proses tersebut, sehingga perempuan tidak merasa sendirian saat merintis maupun mengembangkan usaha.

Data dan Fakta UMKM Perempuan di Indonesia dan Sulawesi Selatan

Data Kementerian Koperasi dan UKM bersama Badan Pusat Statistik tahun 2021 mencatat 64,5 persen dari total pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Indonesia dikelola oleh perempuan. Sektor ini menyumbang sekitar 61,07 persen produk domestik bruto nasional, atau setara Rp8.573,89 triliun. Angka tersebut memperlihatkan bahwa perempuan pelaku usaha kecil punya peran besar bagi perekonomian nasional, termasuk di kota-kota besar seperti Makassar. Penjelasan lebih rinci mengenai kontribusi UMKM perempuan tersedia pada laman resmi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Sayangnya, sebagian besar usaha yang dijalankan perempuan masih berskala mikro dan menghadapi kendala serupa dalam mengakses pembiayaan formal. Penelitian dari Universitas Hasanuddin turut mengonfirmasi bahwa faktor pendidikan, upah minimum, dan tanggung jawab pengasuhan anak saling berkaitan dengan rendahnya partisipasi kerja perempuan di Sulawesi Selatan. Kondisi ini membuat pemberdayaan ekonomi perempuan Makassar tidak bisa hanya mengandalkan niat baik individu, tetapi juga butuh program pendampingan yang terstruktur.

Sejumlah kendala berikut sering dihadapi perempuan pelaku usaha kecil di lingkungan perkotaan, termasuk di Makassar. Kendala ini biasanya muncul bersamaan dan saling memperberat apabila tidak ditangani secara konsisten oleh keluarga maupun lembaga pendamping.

  • Keterbatasan modal usaha dan akses pembiayaan formal dari lembaga keuangan
  • Minimnya pelatihan keterampilan usaha dan literasi keuangan
  • Beban ganda antara mengurus rumah tangga dan menjalankan usaha
  • Akses pasar yang masih terbatas untuk produk buatan perempuan

Dasar Hukum yang Mendukung Penguatan Ekonomi Perempuan

Pemerintah Indonesia telah meratifikasi Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan melalui Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1984, yang menjadi dasar hukum bagi kesetaraan hak perempuan dalam berbagai bidang, termasuk ekonomi. Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Nasional turut mewajibkan pemerintah pusat dan daerah mengintegrasikan perspektif gender dalam setiap program pembangunan. Selain itu, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah memberi payung hukum bagi pelaku usaha kecil, termasuk perempuan, untuk mendapat kemudahan pembiayaan dan pendampingan usaha. Ketiga regulasi ini menjadi landasan bagi program penguatan ekonomi perempuan di berbagai daerah, termasuk Makassar.

Bentuk Program yang Bisa Menguatkan Ekonomi Perempuan di Makassar

Penguatan ekonomi bagi perempuan dapat dihadirkan melalui beberapa bentuk program yang saling melengkapi. Berikut tiga bentuk program yang umum diterapkan oleh lembaga pendamping maupun komunitas perempuan di berbagai daerah.

  1. Pelatihan keterampilan usaha agar perempuan memiliki bekal produksi, pengemasan, dan pemasaran produk
  2. Pendampingan akses permodalan melalui koperasi maupun lembaga keuangan yang ramah bagi usaha mikro
  3. Penguatan jaringan pemasaran, baik secara langsung maupun melalui platform penjualan daring

Ketiga bentuk program tersebut perlu berjalan bersamaan agar hasilnya terasa nyata bagi perempuan pelaku usaha. Pelatihan tanpa akses modal biasanya sulit berlanjut menjadi usaha yang berkembang, begitu pula modal tanpa keterampilan usaha yang memadai. Pendampingan yang konsisten dari komunitas maupun lembaga terkait akan membantu perempuan bertahan pada tahap awal usaha yang biasanya paling berat.

Manfaat Ekonomi Perempuan yang Berdaya bagi Keluarga dan Komunitas

Perempuan yang memiliki penghasilan sendiri umumnya turut memperkuat ketahanan ekonomi keluarga saat menghadapi kebutuhan mendesak. Anak-anak dari ibu yang berdaya secara ekonomi juga cenderung mendapat akses pendidikan yang lebih baik karena orang tua memiliki sumber pendapatan tambahan. Cerita dan pengalaman seputar penguatan ekonomi perempuan dapat ditemukan lebih lengkap pada Lihat Artikel Lainnya.

Peran Komunitas dan Lembaga Pendamping di Makassar

Lembaga pendamping di Makassar memiliki peran penting dalam membuka ruang belajar dan usaha bagi perempuan yang membutuhkan dukungan. Pendampingan yang berkelanjutan membantu perempuan menemukan kepercayaan diri untuk memulai usaha dan mempertahankannya di tengah berbagai tantangan. Informasi lengkap seputar program pendampingan tersedia pada halaman utama Puanmakari.

Infografis

Pemberdayaan Ekonomi Perempuan di Makassar Bersama Puanmakari

Puanmakari hadir sebagai ruang pendampingan bagi perempuan dan anak di Makassar melalui program pendidikan, parenting, dan penguatan ekonomi. Program kelompok perempuan berdikari yang dijalankan mencakup pelatihan keterampilan usaha, penguatan kewirausahaan, hingga pendampingan bagi perempuan yang ingin memulai usaha mandiri. Semua kegiatan dirancang agar perempuan merasa nyaman belajar tanpa rasa khawatir dihakimi.

Perempuan atau komunitas yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai program pemberdayaan ekonomi perempuan di Makassar dapat menghubungi melalui WhatsApp atau telepon yang tersedia pada halaman Hubungi Kami. Informasi lebih lengkap mengenai visi, misi, dan program yang dijalankan juga dapat dibaca pada halaman Tentang Kami.

Langkah kecil untuk mulai berkonsultasi maupun bergabung dalam kelompok belajar usaha akan membuka jalan bagi perempuan menuju kemandirian ekonomi yang lebih baik. Dukungan yang tepat pada waktu yang tepat akan membantu lebih banyak perempuan di Makassar merasakan manfaat nyata dari program pendampingan yang tersedia.

  • Post category:Artikel